Pagi yang cerah mengantarkanku padamu, lewat senyum diwajahmu
membekukan tubuhku untuk sesaat. Kamu yang ku rindukan disetiap hari-hariku.
Berharap selalu melihat senyum itu, tak apa walau hanya suaramu yang
dapat kudengar dari telepon yang membutuhkan perjuangan dari himpitan manusia perindu suara. Hanya saja pada akhirnya aku mebuat keputusan yang berakhir penyesalan 30 menit setelahnya. Malam yang dingin itu jadi saksi, air mata menjadi bukti penyesalanku yang tak terlupakan. Tapi hanya itu yang bisa aku putuskan saat itu.
Berpura-pura kuat tapi berlinang air mata, berpura-pura tak cinta tapi patah
hati. Cukup 3 Detik aku jatuh cinta padamu, tapi butuh 8 tahun untuk melupakanmu.
Tahun 2008
Pagi yang cerah itu mempertemukan kita, yang tak pernah terlintas dibenakku kamu yang mencuri hatiku. Mataku tak henti mencuri pandang menatapmu, menikmati senyum manismu, cukup 3 detik aku telah jatuh cinta pada pandang pertama ku padamu, bahkan sebelum kau ulurkan tangan menyebut namamu. Dan inilah aku, yang selalu diam menyembunyikan perasaan dengan rapi.
Kamu, selalu terbayang dalam diamku yang tanpa aktifitas, kamu yang selalu kusebut namamu tanpa sadar. kamu yang selalu kurindukan yang hanya bisa kudengan lewat suara tawamu. Bahkan malam itu aku tetap menyembunyikan perasaan itu walau sudah ketahuan, bahkan sakitnya masih bisa kurasakan hingga saat ini. karena ku fikir saat itu, aku tak mampu menaklukan jarak, ruang dan waktu.
Tahun 2010
Rinduku tak tertahan, perasaan yang masih tersimpan rapi untukmu masih sama. Kucari kabarmu, kucari sosokmu, aku rindu senyumanmu, aku rindu semua tentangmu. Tapi, kabar itu datang, kau sekarang milik orang lain, milik wajah cantik itu. Aku berlahan mundur tapi tetap menyimpanmu disana. Hingga pada suatu ketika, diiringi deru suara ombak, kamu dan aku duduk memandang lautan dan langit malam. aku menyatakan perasaanku padamu, hanya saja aku memilih tetap menjadi sahabatmu. Aku tak ingin kehilanganmu, aku tak ingin egois, entah kenapa, saat itu aku tahu kamu bukan ditakdirkan untukku.
Tahun 2016
Sekali lagi, aku gila, kau masih ada disana. aku mengatakannya lagi, untuk terakhir kali, seolah tidak akan ada hari esok, karena malam itu adalah kesempatan terakhirku, dan waktu yang tepat untuk mengakhirinya. Karena aku yakin aku tak akan punya kesempatan lagi selain malam itu. iya, kamu masih dihatiku, bahkan setelah malam ditepi pantai. tapi malam ini berbeda, semuanya benar-benar berakhir. Semoga kamu bahagia.
Selamat Tinggal Cinta Pertamaku.
_ha.Sulaiman
Komentar
Posting Komentar